Tampilkan postingan dengan label C. PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label C. PUISI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 November 2010

Terperosok Satu Kaki

Terperosok Satu Kaki

Oleh Redywan James Purba



Sebelah kaki terjatuh

Parah...

Berdarah...



Angkat segera

Bersihkan luka,

Perhatikan langkah selanjutnya!



Cipaku Permai 14, November, dua - 2010

10.07 am

Berharap sampai seribu

- Berharap sampai seribu -

Oleh : Redywan James Purba & Revi Yohana Simanjuntak

Kupikirkan… Kurenungkan… Kutuliskan semua itu
Sebatas yang kumampu
Ku ingin sampai seribu
Gapai harapan yang terpicu

Tak sampai seribu
Walau harapku sebanyak itu
Lelah ku berjibaku
Daya picu tetap tak mampu

Harapan kadang jadi geruh
Bukan tak berharap apalagi harap semu
Teruslah berharap untuk cita mu
Kan beri inspirasi masa muda mu
Lewat rangkaian masa lalu
Tuk diwujudkan penerus mu

Mei, dua dua – 2010
00.01 am

Minggu, 25 Juli 2010

- Tak kuat ku melangkah -

- Tak kuat ku melangkah -
Oleh Redywan James Purba

Ku berkata hentikan langkah
Tapi hasrat ku masih
Hatiku selalu mengarah
Hanya tak kuat langkahkan kaki

Tak tersandung buatku jatuh
Lepas ingin gagal ku lebih
Poros rotasi jadi kian rapuh
Dituntut daki tebing tinggi

"Eloi, Eloi,
lama sabakhtani?


Vila Istana Bunga
Juli, dua empat – 2010
10.00 pm

Minggu, 04 Juli 2010

"Untuk Para Pencipta Puisi"

"Untuk Para Pencipta Puisi"


Oleh : Revi Yohana Simanjuntak & Redywan James Purba



Tulislah seribu puisi

tak penting bentuk dan versi

Tapi jangan beritahu arti

Karena untuk itulah dicipta puisi

Dinikmati dengan segala misteri

Dan yang kan diungkap sendiri

Oleh pribadi yang mencari



Mei, dua satu - 2010
10.15 pm



cat
* dalam usaha memaknai puisi agar tak sekedar menyentuh hati

- Untuk mu yang sedang Berjalan Lelah -

- Untuk mu yang sedang Berjalan Lelah -
Oleh Redywan James Purba

Salam hangat kuberi
Meski tak hangatkan cukup
Tak bisa kata kurangkai
Harapku tercakup

Teruslah berjalan!
Lelah sebentar, jatuh sebentar
Lelah sedikit lama, pun jatuh lama
Tak baik ucap menyerah

Untuk mu yang sedang berjalan lelah
Teruslah berjalan!
Ku tak tahu jaraknya hingga dimana
Tapi ku bisa lihat dan rasa
Kau pun bisa!
Jarak kan sirna
Bila kau melaluinya
Ku yakin kau tiba disana
dengan senyum merona

dalam perenungan arti kejatuhan dan kejenuhan
Cipaku Permai 14. Mei, tiga satu – 2010
00.47 am

- Izinkan ku berdamai dengan diriku sendiri–

- Izinkan ku berdamai dengan diriku sendiri–
Oleh Redywan James Purba S.Psi

Langkah berantakan penuh emosi
Tak siap jalan panjang berkelok
Menepi sesak langkah ingin menepi
menatap arah yang tak bengkok

Izinkan ku berdamai dengan diriku sendiri
Terima dan tak harap lebih
Senangkan hati bak senandung pagi

Izinkan ku berdamai dengan diri ku sendiri
Status hamba yang tak berarti
tak tuntut nyaman di luar posisi

Izinkan ku berdamai dengan diriku sendiri
setia bak menanti fajar pagi
Hidup taat cerminkan status terang bumi

Ku tak bermusuh iri dengki
Tak rancang strategi dan tak beri elegi
Hanya berdamai dengan diri sendiri

PD pagi : Cipaku Permai 14, Mei – dua satu, 2010
09.0 am

*Terima kasih untuk mereka yang terus berdoa untuk ku dan akan selalu berdoa untuk ku

Tak Sekedar Tahun yang Berulang

Tak Sekedar Tahun yang Berulang
Oleh Redywan James Purba S.Psi

Hari dan bulan tahun bergulir kembali
Mungkin tak seperti kelahiran tahun kabisat
Nyata dalam penantian panjang
126.144.000 detik tepatnya

Tak begitu dengan dirimu
Cukup 365 hari menunggu
Hari itu kan terulang
Tak lama!

Kini hari itu berulang
Kuharap tak sekedar kisah ulangan

Harap ku tak banyak
Belajar dari yang ada!
Jika tak ada tentu tak perlu!

Selamat ulang tahun Adik ku tersayang…
Selamat berkarya di dalam hidup mu
Menghasilkan yang terbaik bagi Allah, Bangsa dan keluarga di masa depan

Cipaku Permai 14, Mei, tiga belas – 2010
06.50 am

Tak Tuli Tak Terdiam

Tak Tuli Tak Terdiam
Oleh Redywan James Purba

Berjalan tak pernah berhenti
Bak pelari jauh dari finish
Apa gerangan dihadapan mu?
Rapuhkan hati kandaskan semangat

Bicaralah pada Allah yang kau sebut hidup itu!
Biar terbukti Dia hidup
Maka lihat apakah Dia benar hidup?
Masihkah kau setia pada-Nya?

Tak mungkin Dia tuli!
Yang ada kau yang mungkin tuli
Tak mungkin dia terdiam!
Mungkin tak sabar mu terlalu berkuasa

Di bilik perenungan yang tak lagi bersekat
Mei, sepuluh- 2010
09.27 pm

Jatinangor (3)

Jatinangor (3)
Oleh Tim ke Cirebon Mei

Kali ini ku tak meninggalkan mu seperti biasa
Lebih cepat? Wah justru lebih lama
Alhasil lihat saja kecepatan mobil
luput bak kasat mata bagi jalan raya
Perut mual, kepala pening
Tapi aku asyik-asyik ajah…

Caci maki ajah terus
seru sang pria pada wanita berkaca mata
bukan hanya kami saja melakukannya
bela wanita lainnya

berharap pada bintang jatuh
rupanya pesawat di tengah malam
anjing menggambarkan diri kita
kucing tentang cinta, Laut untuk cara pandang
ha..ha…ha… kami hanya bisa tertawa

aku gak cape, biasa ajah
serunya sambil bersiap berpisah

Kuhentikan langkah ku

Kuhentikan Langkah Ku
Oleh Redywan James Purba

Berjalan cepat,
Berlari bak sambaran kilat
Langkah ku mantap
Tatap arah yang bagiku tepat…

Kini kuhentikan langkah itu
Cukup sudah rasa ku
Jalan dan ingin ku sudah terlalu
Sebelum semakin jauh

Kupaksa menghentikan langkah ku
Maaf jika kau rasa itu kaku
Karena hanya itu yang kumampu
Aku hanya tak mau…
Melangkah lebih jauh

Kuhentikan langkah ku
Tak peduli rasa gagu
Dan orang yang tak tahu
Untuk sesaat yang berlalu
Biarkan ku tak ikut berpacu

Cipaku Permai 14, Juni dua sembilan - 2010
Saat bakar-bakar ikan bersama
09.00 pm

Senin, 26 April 2010

Ombak dan Hidup

Ombak dan Hidup

Oleh Redywan James Purba


Deras… Keras… Beringas
Putihnya menepi rupa gelombang berhias
Tak cukup nyali capai bibir pantai
Hancur lebur tercerai berai

Tak baik seperti ombak lautan
Besar awal tak berkelanjutan
Dalam hidup hendaklah kita awas
Sebab tak berjaga kita kan lepas

Pantai APRA, April 2010
05.22 am

Sabtu, 10 April 2010

- 10 tahun kami sudah berjalan -

- 10 tahun kami sudah berjalan -
Oleh Redywan James Purba S.Psi

Tak pernah kami berhenti melangkah
Kalau pun kami tersandung, tak buat kami berhenti
Tertawa, bersukacita, bergumul juga menangis bersama

Kita semua punya komitmen
Tak penting kau mulai dari mana, yang penting memulainya
Bagaimana kita bekerja ditentukan oleh bagaimana kita memandangnya.
Satu-satunya teladan hanyalah Kristus

Dunia ini panggung kemuliaan Tuhan, kata Pak Calvin
Namun kini panggung penuh lakon yang buat-Nya sedih.
Sudahkah kita punya reputasi sebagai anak Allah?
Bagaimana dengan mu?

Kalau kita sudah berjalan 10 tahun lebih
Maukah engkau ikut melanjutkan perjalanan itu?
Kiranya perjalanan ini meneguhkan mu juga

Selamat Ulang Tahun Persekutuan Siswa SMA 10
Cikutra, April – sepuluh, 2010
05.00 pm

Jumat, 09 April 2010

Jatinangor (2)

Jatinangor (part 2)

Oleh : Tim ke Cirebon Maret

Kali ini kami tak ingin bicara pesona mu
Cukuplah itu di waktu yang lalu
Kelautlah…
Nama mu syaiful? Mangapul? Ato siapa?
Gak lah kata Sheli
Ternyata bintangnya adalah Apul

Silalahi atau Harahap yang penting jangan Sinaga
Hati-hati tertelan omongan
Udah ahh, jangan bahas yang itu

Kenapa kau tinggal di Jatinangor?
Menikmati hidup kata si Apul!


Jatinangor…
Tempat menghabiskan waktu sehari-hari ku
Jika tak hari Rabu mungkin Sabtu
Hingga waktu terus berlalu

Sheli mulai gusar
Kakak asalnya dari mana?
Siantar…
Abang asalnya dari mana?
Siantar…
Kau pul?
Siantar…
Ahh… yang penting sekarang aku lagi di Jantinangor

Tiba-tiba lagu itu terdengar…
Mau kemana dibawa hubungan kita…
Bila ka uterus menunda-nuda
Dan tak mau ungkapkan cinta
Mau kemana dibawa hubungan kita…

Jumat, 02 April 2010

“Aku berada di antara Mereka’

“Aku berada di antara Mereka’
Oleh Redywan James Purba

Aku diantara mereka…
Mereka orang yang menikmati olahraga sebagai keutamaan
Setiap waktu hanya untuk aktivitas olahraga
Tanpa peduli waktu terus berlalu

Aku diantara mereka…
Orang yang menghabiskan waktu mereka untuk waktu
Bermain games,

Aku diantara mereka…
Mereka yang menikmati berbagai layanan internet
Fesbuk, Friendster, Yahoo Mail, plurk, hingga block yang menjadi curahan hati

Aku diantara mereka…
Orang yang terlalu sering memikirkan nasib hidup
Pekerjaan, bisnis, keluarga, anak hingga cucu
Ragu dan bimbang dengan masa depannya

Namun…
Aku juga diantara mereka
Orang-orang yang taat, berintegritas dan tekun
Yang mencari kehendak TUHAN dalam kehidupannya.

“Antara Pajajaran dan Majapahit”

“Antara Pajajaran dan Majapahit”
Oleh Redywan James Purba

Kami melangkahkan kaki
Kami menyusuri jalan itu
Sunyi, tenang dan diam
Jalan itu bersih

Mengangguk memberi tanda mengerti
Hanya dan bersama sepi

Tapi… (1)
Cprakkk… tiba-tiba terdengar lagi
Pukulan tangan mengena telapak kaki
Nyamuk melekat menghinggapi

Tapi… (2)
Kenapa cerita itu seperti tak memberi arti
Hubungan Pajajaran dan Majapahit?
Karena kami…
Hanya berjalan di sepanjang jalan sepi
Lintasan jalan sejarah kedua kerajaan yang tak lagi berdiri

Tapi… (3)
Cukup !

Situs Ciung Wanara, Karangkamulyan. Maret, nol tujuh,2010
08.15 am
Dalam perjalanan pulang dan menyempatkan diri

Jatinangor (1)

"Jatinangor"
Puisi Karya Tim yang berangkat ke Cirebon untuk Gen Xp


Pesona mu tak terucap
Indah, menarik, mempesona
Cantik, tambah teman disebelah ku

Tapi jangan tanya
Sulit ku untuk menjelaskannya
Tanya teman ku yang satu lagi saja
Mungkin dia tahu segalanya

Kosan si "ini" dimana?
Ahh... masa kau tanya kosannya?
Jangan kan kosannya,
Hobi dan tempat kesukaannya dia tahu juga

Ahh... sudahlah
Dari pada sakit kepala
Kami makan saja
Nasi jamblang tentunya
Sambil tertawa dan tertawa


YOGYA - Cirebon
Februari, Sembilan belas, 2010

Kunantikan senyum itu saja

Kunantikan senyum itu saja
Oleh Redywan James Purba

Wajah terbingkai dengan wajah penuh tanya
Berharap Entah apa
Lesung tak membentuk
Semu, lusuh, tapi tak jemu kunantikan jua

Senyum pagi itu…
Warna toska entah warna buram saja
Harapan tak kunjung tiba

Mengapa oh mengapa?
Ku ingin bertanya dan bertanya…
Sudahlah…
Mungkin di hari berikutnya
Hari nan indah kan ada
Saat senyum itu menyapa

Cipaku Permai 14. Januari, dua delapan, 2009
Pagi hari ketika senyum itu kentara
Dan tuntutan menuliskannya
Hanya dalam 2 menit saja

Aku

"Aku"

oleh Redywan James Purba

aku adalah aku
melihat dan menatap
mengapa tak seorangpun kan menyapaku
sunyi,sepi pun tanpa suara

aku adalah aku
tanpa peduli apapun kata mereka
ku tahu ku kan bisa melewatkannya
menapak indah di jalan kegalauanku

Cat
Terinspirasi dan diberikan untuk Debby

“Kemana akan ku cari”

“Kemana akan ku cari”
Oleh Redywan james Purba

Aku berjalan melewati jalan itu
Jalan ramai penuh cerita orang-orang ‘bahagia’
Di jalan aku mencari sesuatu
Ku lihat orang lain seperti sudah menemukannya
Aku mencari dan terus mencari

Tak terasa…
Waktu demi waktu berjalan seolah berlomba
Siang menjadi senja hangat mentari sembunyikan sinarnya
Senja ikut berganti baju menjadi malam
Aku melewati jalan itu entah sudah berapa lama

Ada masa aku merasa menemukannya
Menemukan arti cinta yang sebenarnya
merasa yakin akan perasaan dan gejolaknya
kandas…pupus…meninggalkan dendam dan marah

Apa yang kau cari?
Cinta… cinta? Ya cinta C…I…N…T…A

Kini….
Setelah sekian lama aku mencari
Aku menemukan Kasih sejati yang sesungguhnya
Aku menyadari mengapa aku harus melaluinya
Kasih yang sejati adalah yang utama
Dan di dalam penantian mencari ‘dia’
Kupercaya bahwa DIA sudah mempersiapkannya.

Cat
Pertama sekali diterbitkan dalam INFO YOBEL PMK3 UNPAR edisi feb-mar 2009

“Seorang pria berjalan tertatih-tatih”

“Seorang pria berjalan tertatih-tatih”

Seorang pria berjalan tertatih-tatih
Keluh… peluh…
Bajunya bersih
Rambutnya bersih
Perawakannya baik, pun indah

Seorang pria berjalan tertatih-tatih
Tak ada luka, letih berjalan sendiri
Gerah… marah…

Seorang pria berjalan tertatih-tatih
Tidak berjalan hanya melangkah letih
Kelam… sunyi…

Seorang pria berjalan tertatih-tatih
Melihat ke atas…
Tuhan, Engkau meninggalkan ku?

Redywan James Purba

Ketika semua yang terlintas tak sempat terucap...

Maka muailah menuliskannya
Mengejar sesuatu yang telah berlalu tak akan membuat kita merasa dapat memperbaiki masa lalu
Tuliskanlah...