Jumat, 02 April 2010

“Didapati Hidup Bersih”

Didapati Hidup Bersih
Oleh Redywan James Purba

“Jangan sampai kotoran yang menempel itu dibersihkan yah, karena di akhir dari semua permainan ini nanti saya akan melihat kembali”

Kalimat itulah yang terus terucap dari sang penjaga pos di permainan itu. Memang tidak semua pos dipermaianan yang berlangsung sore itu. Hanya dia! Pria yang gagah namun sedikit cerewet yang memimpin pertandingan yang sedikit aneh itu. Jangan kan kepada semua tim, aku menduga kalimat itu diucapkannya lima hingga enam kali di tiap tim. Bosan sekali rasanya. Tapi ya mau gimana lagi! Jelas-jelas dia seorang mahluk yang sedikit cerewet. Mengulang kalimat sesingkat itu bukan pergumulan yang besar dan berarti baginya.
Kami pun tak membantahnya. Mengikuti, bahkan dengan bodohnya seperti terhipnotis melakukan semua perintah konyol itu. Betapa bodohnya kami untuk taat seperti itu.
Lalu akau melihat beberapa teman yang berbeda kelompok dengan ku namun begitu menikmati kekotoran yang ada padanya. Sejenak ku terdiam. Merenung… bertanya! Mengapa dia senyaman itu? Bukankah kotoran-kotoran itu membuat dia tidak nyaman? Kenapa justru dia begitu merasa nyaman? Aneh! Apakah ucapan pria cerewet yang sedikit ganteng itu terlalu menusuk ke relung hatinya sampai tak ingin memberontak ketika diminta untuk tetap kotor? Ahh… bodoh, pikirku.
Tapi aku sekali lagi tak bisa menerimanya. Selain karena kotoran yang diakibatkan permainan itu cukup mengganggu ku, aku pun tak nyaman menjadi orang yang kotor hanya karena permainan itu. Lalu ku teringat akan satu sisi kehidupan ku! Bukankah aku sering sekali mendapati diriku tidak bersih? Penuh dosa! Kotor! Mengapa justru terkadang aku merasa nyaman dengan kekotoran itu? Bukan kah Allah rindu aku berjuang untuk bersih? Ketika aku jatuh dan kotor, Dia selalu rindu aku datang untuk membersihkan kekororan ku?
Permainan itu memang mengingatkan ku akan satu hal yang penting. Tapi, tetap saja aku tidak mau diperlakukan seperti itu! Huh… bodohnya aku! Tapi tak apalah, semua sudah berlalu. Aku tak akan mengulang kebodohan itu. Dan ketika aku menyadari betapa kotornya hidupku, aku mau berjuang untuk menyelesaikannya di hadapan Allah. Dia rindu selalu! Mendapati ku hidup bersih!

Rom 16:19b Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketika semua yang terlintas tak sempat terucap...

Maka muailah menuliskannya
Mengejar sesuatu yang telah berlalu tak akan membuat kita merasa dapat memperbaiki masa lalu
Tuliskanlah...