Jumat, 02 April 2010

Mahkota Kemuliaan

Mahkota Kemuliaan

Oleh Redywan James Purba

“Tebih kene…sajam deuilah”, ceuksi ibu nu calik ti payunan bumi.
“Hatur nuhun ibu”, balas ku penuh senyum…

Perjalanan itu kami lanjutkan kearah yang diberitahukan oleh masyarakat desa kecamatan Cipatujah, Kabupaten Garut. Tidak hanya ibu yang sudah berumur itu, beberapa orang yang kami tanyakan berujar sama dengannya. Seolah-olah saling mendukung, mereka dengan yakin memberitahu jarak yang akan kami tempuh untuk sampai di lokasi yang kami cari.

Paradoks dengan mereka, kami justru semakin ragu dan cemas. Bagaimana tidak, perkiraan waktu yang diberitahu dan perkiraan kami begitu jauh perbedaannya. Tiga jam lebih mungkin sebanding untuk menyanggah kesalahan perhitungan waktu yang diberitahu warga desa itu.

Aku tak tahu, mungkin warga di sekitar situ memang tak tahu benar menebak waktu. Atau jangan-jangan si Vincent yang dikemudikan wanita berkaca mata itu berlari terlalu pelan? Bergosip hangat dengan wanita yang lain tentang ini dan itu? Mungkin juga.

Hah… Lupakan saja! Ujar ku menutup kisah yang tak menarik yang sedikit merusak kenikmatan perjalanan minggu itu. Tapi tunggu dulu, kau juga harus tahu apa yang kami lakukan di saat seperti itu! Berdiam diri? Melamun? Cemas seperti penjaga menantikan fajar pagi? Tentu tidak! Kami menikmati lagu dan menyanyikannya. Sekilas kau mungkin saja bisa menebak lagu kami. Lagu pengharapan yang dipimpin oleh ibu DPA kami. Menarik! Menggugah! Menguatkan! Juga memberi secercah harapan!

Tapi… lamanya waktu perjalanan itu tak kuasa membuat hati kami menjadi layu. Memprediksi tiba petang dan menikmati pantai tak lagi muncul dalam benak kami. Senja yang tertarik dan tergantikan oleh malam mulai menguasai daerah pantai selatan itu. Sudahlah mungkin kita harus melupakannya.

Setibanya disana…
Hidangan malam jenis sea food yang menggiurkan seolah membayar lunas perjalanan sore itu. Kami tahu lamanya penantian yang diewati terbayar lunas dengan kenikmatan yang tak terhingga. Menyantap! Kegiatan yang tak perlu lagi kujelaskan pada mu. Nikmat sekali! Luar biasa! Tak terungkapkan!

Begitu jugalah mahkota kemuliaan yang akan TUHAN anugerahkan bagi kita. Sekalipun kehidupan di dunia sepertinya akan sangat panjang dan melelahkan bahkan terkadang terlihat tanpa harapan, Dia menganugerahkan indah pada waktunya. Hanya berjalanlah! Lewatilah! Kerjakanlah segala sesuatu yang harus kita kerjakan selama di dunia. Jika waktunya tiba, Dia akan memberikan sesuatu yang tak ternilai bagi mu. Mahkota kemuliaan. (band Wah 2:10b, Wah 3:11; I Pet 5:4; Yak 1:12; 2 Tim 4:8)

Pangandaran, Maret-nol tujuh, 2010
Setelah makan malam di Fresy Seafood Bu Surman
10.00 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketika semua yang terlintas tak sempat terucap...

Maka muailah menuliskannya
Mengejar sesuatu yang telah berlalu tak akan membuat kita merasa dapat memperbaiki masa lalu
Tuliskanlah...