Jumat, 02 April 2010

: Menata Hati :

: Menata Hati :
Oleh Redywan James Purba S.Psi

Ini topik yang bernas! Kau tak akan mungkin dapat memahami dan menerimanya jika hati mu tak siap. Tanya kenapa? Tanya saja pada yang sedang mengalaminya. Tanya pada mereka. Berat. Penuh tantangan. Menguras tenaga dan pikiran. Hanya harapkan manfaatnya. Begitu luar biasa.
Segala sesuatu yang dimulai karena respon ketaatan maka setiap jawaban seharusnya diresponi dengan ketaatan. Ketaatan seperti apa? Ketaatan yang membutuhkan hati yang mau ditata. Bergumul untuk pimpinan akan suatu hal memerlukan waktu untuk menata hati.
Ada masa sangat yakin untuk melangkah sehingga perlu ditata untuk berpikir sebelum melangkah. Ada masa terlalu ragu melangkah untuk beranjak pergi, tapi si keraguan terlalu berkuasa, maka pada saat itu perlu hati yang mau ditata untuk keluar dan membuka hati.
Jika begitu, aku tak kuasa. Tapi setidaknya aku memilih langkah pertama. Memberi hati tuk ditata oleh Dia yang sanggup menata. Itu sudah…

Refresh, Jatinangor, Maret dua tujuh, 11.00 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketika semua yang terlintas tak sempat terucap...

Maka muailah menuliskannya
Mengejar sesuatu yang telah berlalu tak akan membuat kita merasa dapat memperbaiki masa lalu
Tuliskanlah...